discover to know the unknown

 

 

 

 

Salah satu project dalam mata kuliah Teknik Penulisan Naskah Non Berita yang saya ambil adalah Biography Interview.
saya mewawancarai salah satu founder Gogirl Magazine, Nina Moran yang saat ini menjabat sebagai bussiness Director pada majalah tersebut. dengan mewawancarai beliau, saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi seorang enterpreneur di usia muda dan bagaimana bisnis di media itu sebenarnya, majalah khususnya.

Dalam menyelesaikan project ini, saya dibantu oleh banyak pihak sehingga muncul list ucapan terimakasih yang cukup panjang! 😀

Ucapan terimakasih saya paling utama pada Ibu Siti Nur Aisyiyah yang telah memberikan project ini sehingga saya bisa mendapatkan pengalaman berharga seperti ini. Serta untuk Kak Iwan yang juga membantu untuk konsultasi tugas ini. Setelah itu, terimasih banyak untuk Mbak Nina Moran yang telah memberikan waktu dan kesempatan pada saya untuk wawancara, mengambil ilmu, dan merasakan pengalaman yang menyenangkan.

Selain mereka, saya juga sangat berterimakasih pada orang-orang yang telah banyak membantu saya menyelesaikan project ini. Untuk Annisa Aryani (Icha) yang telah menemani ke kantor Gogirl!, terimakasih untuk Rizka Nurmeilinda yang telah memberikan nomor kontak mbak Nina Moran, terimakasih juga untuk Mbak Ndk, Mbak Ana dan temannya yang telah saya mintai tolong untuk memberi petunjuk alamat kantor Gogirl!, terimakasih untuk Siti Zainun yang mau mendengarkan cerita heboh saya dan membantu keribetan saya, sampai saya lupa hari itu ia ulangtahun, dan terimakasih banyak untuk Arnes Zulfitri yang telah membantu saya, memberikan semangat, dan mau menunggui saya menyelesaikan project ini.
Semoga ini bermanfaat tidak hanya untuk saya, namun juga untuk orang lain. Semoga ilmu yang saya dapatkan juga bisa saya bagi kepada orang lain. 🙂

berikut adalah kesimpulan yang dapat saya ambil dari hasil wawancara saya dengan Mbak Nina.. 🙂

 

KESIMPULAN INTERVIEW

Setelah melakukan wawancara dengan Nina Moran, saya mendapat banyak pengetahuan baru dan belajar banyak hal teruama bagaimana menjadi seorang entrepreneur. Terutama belajar dari bisnis yang ia jalankan, yaitu Gogirl! Magazine. Tentang bagaimana memulai bisnis majalah, menjalankan bisnis itu, mengisi kebutuhan pembaca, mandiri dan idealis dalam bisnis, dan mengetahui segala hal dibalik majalah itu sendiri.

 
Nina Moran memang tidak sendirian dalam mendirikan bisnis majalah Gogirl! ini, ia bersama kedua adiknya, Anita dan Githa moran. Namun mereka berada pada bagian yang berbeda sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Anita sebagai Kepala Editor, Githa sebagai Fashion Editor, dan Nina sebagai Bussiness Director. Hal ini menandakan bahwa ini adalah salah satu contoh bisnis keluarga yang dapat berkembang dengan sukses, bahkan meski pada awal mereka mendirikan bisnis ini mereka masih sangat muda (Anita sebagai kakak tertua saat itu masih berusia 26 tahun).

 
Awalnya, bisnis ini didirikan karena mereka merasa ada yang kurang terpenuhi dari majalah-majalah remaja yang telah beredar, bahkan isi dari majalah-majalah itu cenderung sama, dan minim news. Padahal, remaja perempuan pun membutuhkan banyak pengetahuan agar menjadi generasi muda yang cerdas. Celah itulah yang kemudian menjadi sebuah kesempatan untuk membangun sebuah bisnis serius yang dapat dijalankan oleh anak muda seperti mereka, dan diperuntukkan bagi anak muda juga. Jadi awalnya jika ingin membangun sebuah usaha, yang pertama harus diperhatikan adalah menggunakan kesempatan dan mengisi celah-celah yang masih bisa dipenuhi.

 
Kemudian, setelah kita mengetahui apa yang ingin kita buat, kita harus melakukan riset terlebih dahulu. Kita harus memilih strategi apa yang ingin kita gunakan, dan apa yang kita inginkan dari usaha yang akan kita bangun itu. Konsep yang kita miliki tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita saat berbenturan dengan kenyataan di lapangan. Maka sebaiknya kita menyiapkan dan memperhitungkan dengan baik langkah-langkah yang akan kita ambil sebagai persiapan. Dalam persiapan itu modal adalah salah satu faktornya, namun bukanlah yang utama. Modal masih bisa diatur agar usaha masih bisa tetap berjalan.

 
Banyak kendala yang harus dihadapi oleh Nina Moran dalam memulai usaha majalah ini. Misalnya, mulai dari sulitnya mencari pinjaman dari bank karena mereka ia masih terlalu muda, banyaknya hal yang masih harus dipelajari soal majalah karena ia belum memiliki background jurnalistik, hingga keraguan dari orang-orang akan usahanya ini. Namun keinginan dan keyakinan yang besar, serta keberaniannya dalam mengambil resiko yang telah ia perhitungkan, membuatnya terus melanjutkan niat hingga semua ini tercapai.

 
Salah satu cara Nina Moran untuk mendapat masukan tentang isi majalahnya adalah dengan memberikan perhatian pada para pembacanya. Hingga sekarang, ia masih terus membaca satu-persatu email yang masuk ke redaksi, untuk mengetahui apa keinginan dan tanggapan pembaca untuk majalah ini. Namun, kita tidak harus selalu mengikuti keinginan pasar, bila kita tahu hal itu kurang baik, sebaiknya tidak perlu memberikannya pada pembaca.

 
Saya juga belajar tentang idealisme dalam bisnis. Menurut Nina Moran, idealisme dan bisnis seharusnya berjalan bersamaan, tidak bisa lebih condong ke salah satu. idealisme itu yang akan menjadi batasan, saat kita mulai berorientasi pada keuntungan atau lebih mementingkan sisi komersil. Majalah Gogirl! juga menjaga idealismenya, salah satunya dengan menjaga jumlah halaman yang dipakai untuk iklan. Walaupun terkesan sangat banyak iklannya, namun tetap iklan-iklan itu tidak boleh lebih dari 30% jumlah halaman majalah, dan bila banyak halaman yang terpakai untuk iklan, mereka akan mengimbanginya dengan kualitas isi ataupun dengan bonus yang diberikan pada pembaca.
Menurutnya, bagi anak muda yang ingin memulai usaha, dibidang apapun termasuk di industry kreatif, kesempatan masih terbuka lebar. Bahkan anak muda memiliki peluang yang besar karena ide-ide yang dimiliki biasanya merupakan ide baru yang fun dan fresh. Tinggal bagaimana kita melakukan persiapan, dan mengatur strategi untuk menentukan seperti apa usaha yang akan kita bangun itu.

 
Saya juga belajar dari Nina Moran karena ia memiliki sifat low profile. Meskipun ia merupakan pimpinan dalam bisnis majalah Gogirl! itu, ia juga membaca sendiri email-email dari pembaca yang masuk ke redaksi. Ia memperhatikan keinginan pembacanya, sampai pembaca yang hanya ingin bercerita saja. Selain itu, ia langsung menerima saat saya meminta waktu untuk wawancara, dan proses wawancara berlangsung, ia mengingatkan agar tidak ada hal yang saya lupakan, mumpung saya masih disana. Saya sangat senang telah diberikan kesempatan di tengah kesibukan sedang ia jalani bahkan untuk melakukan wawancara di ruang kerjanya.

Advertisements

Iklan ini menceritakan tentang seorang artis hollywood yang akan menghadiri sebuah acara dimana ia akan menjadi pusat perhatian, akan melawati red carpet, dan akan ditunggu-tunggu oleh banyak fotografer. hingga manajer si artis dengan percaya diri mengatakan pada sang artis, “tonight, is all about You, You, and You!”
namun ternyata, pada saat mereka sampai digedung acara, dan sang artis turun dari mobil sambil berpose di rede carpet, ternyata disana tidak ada seorangpun fotografer! hanya ada red carpet yang kosong dan beberapa kamera yang ditinggalkan fotografernya. si artis terlihat shock.

Ternyata, para fotografer sedang berkumpul di McDonald untuk menikmati menu Stars of America yang terdiri dari dua macam hamburger, yaitu “The New York Beef Classic” dan “Manhattan Great Chicken”. sang artis kalah pamor dengan McDonald! 😀

Iklan ini menggunakan daya tarik selebritis untuk mempromosikan menu baru McDonald yang memang diberi nama “Stars of America”. selain itu, ada cerita pendek yang dikemas dengan daya tarik humor menjadikan iklan ini semakin menarik.

Strategi Unique Selling Proposition digunakan dalam iklan ini untuk mempromosikan menu baru yang diunggulkan dengan cara yang berbeda dengan competitor. selain itu, iklan ini menggunakan strategi brand image, yaitu suatu strategi yang memproyeksikan produk pada suatu citra tertentu agar konsumen mendapat keuntungan psikologis dari sebuah produk. yang dalam iklan ini, sebuah menu McDonald di proyeksikan pada citra/ image artis-artis Amerika dan akan membuat konsumen mendapatkan kesan serta prestige saat menikmati menu Stars of America ini.

i’m lovin it! 🙂

reference: Suyanto, M.strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.

Dalam iklan ini, diceritakan tentang sepasang kekasih yang sangat romantis, si laki-laki sangat mencintai pacarnya hingga mau melakukan segala sesuatu demi cintanya. diperlihatkan betapa si laki-laki ini rela melakukan berbagai macam pengorbanan mulai dari mengambilkan bunga mawar yang jatuhke laut, membelikan baju mahal, hingga mendorong saat mobilnya mogok. mereka terlihat saling mencintai. Nmaun pada saat mereka pergi makan di McDonald, si perempuan hanya memesan satu menu paket Big Mac, dan tiba-tiba mereka saling berebut bahkan si laki-laki tidak mau mengalah kepada pacarnya demi memakan menu McDonald itu. hingga mereka berdua nbertengkar dan si perempuan pergi meninggalkan pacarnya.

Cerita yang lucu ini menjadi kekuatan dan daya tarik yang ditonjolkan dalam iklan ini. dan selain daya tarik humor, iklan ini juga menggunakan daya tarik musik berupa lagu “Anything for Love” karya Meat Loaf yang semakin melengkapi dan menambah penekanan pada pesan cerita dalam iklan ini.

Iklan ini menggunakan strategi Inherent Drama in The Brand, yaitu strategi yang menyatakan bahwa suatu iklan didasari oleh landasan manfaat yang diperoleh konsumen dengan menekankan elemen dramatik dalam iklan ini.

i’m lovin’ it! 🙂

reference: Suyanto, M. Strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.

ini adalah iklan McDonald Jerman yang saya tidak mengerti bahasanya, namun saya dapat menangkap isi cerita yang ada dalam iklan ini. pada iklan ini, ceritanya ada seorang wanita (Heidi klum) yang sedang memilih menu di Mcdonald. namun kemudian si pelayan langsung memberinya pilihan menu baru dan bersikap seolah-olah wanita ini mendapat perlakuan khusus. namun ternyata, pelayan itu bersikap seperti tadi kepada semua pelanggan wanita. si wanita pertama itu pun dmemperhatikan si pelayan yang kemudian jadi merasa serba salah.

Iklan mempromosikan salah satu menu baru McDonald dengan menggunakan daya tarik selebriti yaitu Heidi Klum, dan mengemasnya dalam sebuah iklan yang memiliki cerita dengan daya tarik humor di dalamnya. sehingga iklan ini akan lebih mudah diingat oleh konsumen dan membuat konsumen ingin mencoba menu baru tersebut.

i’m lovin’ it! 🙂

reference: Suyanto, M. Strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.

Dalam iklan ini ditampilkan cara McDonald dalam membuat sebuah breakfast menu yang menggunakan telur dan cara mereka menyajikan telur tersebut. mulai dari memilih telur yang segar, memasaknya, hingga menjadi sesuatu yang siap disajikan sebagai sarapan untuk memulai hari. iklan yang cukup simple namun memiliki pesan yang baik untuk konsumen agar memilih breakfast menu di McDonald.

Iklan ini menggunakan strategi Brand Image, yaitu hanya dengan memberikan lambang McDonald, khalayak sudah dapat mengetahui bahwa ini adalah salah satu produk McDonald. iklan ini juga menggunakan daya tarik positif/ rasional yang memberikan persuasi logis kepada konsumen dengan menampilkan cara-cara yang baik dalam menggunakan telur pada breakfast menu di McDonald. selain itu, iklan ini juga mengunakan daya tarik musik yang mengiringi potongan-potongan gambar yang disusun mengikuti ritme sehingga iklan ini menjadi menarik dan terlihat simple.

i’m lovin’ it! 🙂

reference: Suyanto, M. Strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.

Iklan ini menyajikan konsep pertunjukkan teater yang menampilkan macam-macam bentuk public speaking. namun setelah itu, dijelaskan bahwa public speaking bagi sebagian orang adalah hal yang sulit dilakukan atau bahkan membosankan. dan salah satu cara untuk menikmatinya adalah dengan ditemani segelas McCafe.

Dengan konsep yang sederhana untuk mempromosikan produk minuman sebagai teman saat menikmati waktu, iklan ini menggunakan strategi Unique Selling Proposition. yaitu strategi yang berorientasi pada keunggulan produk dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Selain itu, iklan ini menggunakan daya tarik Positif/ rasional dalam mengkomunikasikan pesannya. isi pesannya menekankan padafakta, belajar, dan persuasi logis. daya tarik positif cenderung bersifat informatif dan umumnya pengiklan menggunakan daya tarik ini untuk meyakinkan konsumen bahwa produknya mempunyai manfaat khusus yang memuaskan konsumen.

i’m lovin’ it! 🙂

reference: Suyanto, M. Strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.

iklan ini mempromosikan McDonald Delivery Service dengan cara yang unik. iklan ini berupa grafik animasi yang menggambarkan domba-domba yang lewat, dan tiba-tiba ada seuah motor delivery service McDonald juga muncul. kemudian domba lagi..

maksud iklan ini adalah mengingatkan tentang adanya layanan pesan-antar oleh McDonald yang beroperasi 24 jam. dan tema “menghitung domba” yang diangkat dimaksudkan karena kebiasaan orang yang suka menghitung domba dalam pikirannya jika tidak bisa tidur di malam hari. iklan ini ditargetkan kepada orang-orang yang insomnia (tidak bisa tidur) hingga membutuhkan cemilan di malam hari. bisa dengan memesan menu McDonald menggunakan delivery service.

iklan ini menggunakan strategi Unique Selling Proposition, karena berorientasi pada keunggulan produk yaitu layanan McDonald pesan-antar yang beroperasi 24jam. kemudian juga melakukan Positioning untuk membuat konsumen mengingat McDonald apabila ia tidak bisa tidur dan membutuhkan makanan pada malam hari.

i’m lovin’ it! 🙂

reference: Suyanto, M.strategi Perancangan Iklan Televisi perusahaan TOP Dunia, Penerbit ANDI: Yogyakarta. 2005.